BOGOR | detikterupdate.my.id — Fakultas Hukum Universitas Pakuan (FH UNPAK) menyelenggarakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027 sebagai langkah awal memperkenalkan kehidupan akademik sekaligus membangun karakter mahasiswa baru.
Rangkaian PKKMB yang berlangsung di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Pakuan pada 17–18 September 2026 tersebut dikemas tidak hanya sebagai kegiatan pengenalan kampus, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk mengenal dunia pendidikan hukum, membangun keberanian, kemampuan berpikir kritis, solidaritas, hingga mengembangkan kreativitas.
Memasuki hari kedua, Jumat (18/9/2026), PKKMB FH UNPAK menghadirkan konsep “SUARASA — Suara, Nalar, dan Rasa” melalui tema “Law in Art.”
Mengusung slogan “Berpikir dengan Nalar, Bergerak dengan Rasa,” konsep tersebut memadukan dunia hukum dengan ekspresi seni mahasiswa. Melalui pendekatan ini, mahasiswa baru diajak memahami bahwa menjadi mahasiswa hukum bukan hanya tentang mempelajari aturan dan teori, tetapi juga mengenai kemampuan menyampaikan gagasan, berpikir kritis, berkreasi, serta memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial.
Law in Art, Ketika Hukum Bertemu Seni
Konsep “Law in Art” menjadi salah satu agenda yang memberikan warna tersendiri dalam PKKMB Fakultas Hukum Universitas Pakuan 2026.
Hukum dan seni ditempatkan sebagai dua ruang yang dapat saling melengkapi dalam proses pembentukan karakter mahasiswa. Hukum memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan nalar, logika, dan argumentasi, sementara seni menjadi medium untuk mengekspresikan gagasan, kreativitas, dan rasa.
Salah satu agenda utama pada hari kedua adalah Simulasi Sidang Mahasiswa Fakultas Hukum.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kontekstual kepada mahasiswa baru untuk mengenal proses persidangan serta dinamika praktik hukum. Melalui simulasi, mahasiswa mendapatkan gambaran bahwa pengetahuan hukum tidak hanya dipelajari secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga memiliki penerapan dalam berbagai persoalan kehidupan nyata.
Setelah agenda simulasi sidang, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan berbagai penampilan kreatif.
Mahasiswa baru diberikan ruang untuk menunjukkan kreativitas melalui penampilan kelompok PK, penampilan panitia, hingga pertunjukan band. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana membangun interaksi, kebersamaan, dan rasa memiliki di antara mahasiswa baru Fakultas Hukum Universitas Pakuan.
Memaknai SUARASA: Suara, Nalar, dan Rasa
Konsep SUARASA dibangun melalui tiga nilai utama, yaitu Suara, Nalar, dan Rasa.
Suara merepresentasikan keberanian mahasiswa untuk menyampaikan pendapat, gagasan, dan aspirasi. Bagi mahasiswa hukum, kemampuan menyampaikan argumentasi secara terbuka, logis, dan bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam membangun pemikiran kritis.
Kemudian Nalar menjadi fondasi untuk memahami hukum secara kritis, logis, dan objektif. Mahasiswa hukum tidak cukup hanya mengetahui apa yang tertulis dalam aturan, tetapi juga perlu mampu menganalisis persoalan, memahami berbagai perspektif, serta menghubungkan hukum dengan realitas kehidupan masyarakat.
Sementara itu, Rasa menjadi pengingat bahwa hukum pada akhirnya berhubungan dengan manusia.
Pengetahuan hukum perlu berjalan bersama empati, kepedulian, dan kepekaan terhadap berbagai persoalan sosial. Dengan demikian, kemampuan akademik dapat berjalan seiring dengan pembentukan karakter.
Ketiga unsur tersebut kemudian bertemu dalam konsep “Law in Art.”
Seni menjadi ruang ekspresi, sementara hukum menjadi ruang bernalar. Pertemuan keduanya menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kehidupan mahasiswa hukum secara lebih luas kepada mahasiswa baru.
Dekan FH UNPAK Tekankan Kepemimpinan dan Perubahan
Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan, Dr. Eka Ardianto Iskandar, S.H., M.H., menjadi bagian penting dalam rangkaian PKKMB FH UNPAK Tahun Akademik 2026/2027.
Pada hari pertama, Dekan FH UNPAK membawakan materi bertajuk “Lead The Change: Teguh dalam Prinsip, Adaptif dalam Perubahan, Berdampak dalam Kepemimpinan.”
Materi tersebut menjadi bagian dari pengenalan nilai kepemimpinan dan karakter kepada mahasiswa baru, terutama dalam menghadapi perubahan dan tantangan yang terus berkembang.
Sementara rangkaian PKKMB FH UNPAK 2026 dipimpin oleh Ketua Pelaksana Sobar Sukmana, S.H., M.H., dengan Dr. Mustika Mega Wijaya, S.H., M.H. sebagai Koordinator Acara.
Kolaborasi antara materi akademik, pengenalan kehidupan kampus, simulasi praktik hukum, serta kegiatan seni dan kreativitas menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman awal perkuliahan yang lebih utuh bagi mahasiswa baru.
Bukan Sekadar Gelar Sarjana Hukum
Lebih jauh, PKKMB Fakultas Hukum Universitas Pakuan menjadi momentum untuk memperkenalkan mahasiswa pada perjalanan panjang pendidikan hukum dan berbagai pilihan profesi yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan.
Melalui pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Pakuan, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh gelar Sarjana Hukum, tetapi juga mampu mengembangkan kompetensi untuk menekuni berbagai bidang profesi hukum.
Lulusan hukum dapat mengembangkan karier, setelah memenuhi persyaratan yang berlaku pada masing-masing profesi, sebagai advokat, hakim, jaksa, polisi, notaris, konsultan hukum, legal officer, akademisi, maupun praktisi hukum di berbagai lembaga pemerintahan dan swasta.
Karena itu, proses pendidikan hukum tidak semata-mata diarahkan pada pencapaian akademik. Mahasiswa juga perlu membangun integritas, profesionalisme, kemampuan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap penegakan hukum dan keadilan.
Membangun Karakter Calon Profesional Hukum
Fakultas Hukum Universitas Pakuan berkomitmen membentuk lulusan yang memiliki kemampuan akademik sekaligus karakter yang kuat.
Nilai integritas dan profesionalisme menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesi. Di sisi lain, kemampuan berpikir kritis dan kepedulian terhadap persoalan masyarakat menjadi bekal untuk memahami bahwa hukum memiliki hubungan erat dengan kehidupan sosial.
Dalam konteks tersebut, PKKMB 2026 tidak berhenti pada kegiatan seremonial penyambutan mahasiswa baru.
Kegiatan ini menjadi titik awal mahasiswa mengenal lingkungan akademik, membangun relasi dengan sesama mahasiswa, memahami budaya kampus, sekaligus mulai mempersiapkan diri menghadapi perjalanan pendidikan hukum.
Melalui konsep SUARASA: Law in Art, mahasiswa baru diperkenalkan pada cara pandang bahwa mahasiswa hukum perlu memiliki keberanian untuk bersuara, kemampuan untuk bernalar, dan kepekaan untuk memiliki rasa.
Menjadi Bagian dari Masyarakat dan Penegakan Hukum
Pendidikan hukum pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan ruang kelas maupun profesi. Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa diharapkan dapat digunakan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Mahasiswa baru FH UNPAK dipersiapkan untuk menjalani proses pendidikan yang tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga membangun karakter dan kepedulian terhadap persoalan hukum serta keadilan.
Dari ruang kelas hingga ruang kreativitas, dari simulasi persidangan hingga pertunjukan seni, rangkaian PKKMB Fakultas Hukum Universitas Pakuan Tahun Akademik 2026/2027 menjadi awal perjalanan mahasiswa untuk mengenal dunia hukum secara lebih luas.
SUARASA — Suara, Nalar, dan Rasa.
Sebuah semangat yang dirangkum melalui pesan “Berpikir dengan Nalar, Bergerak dengan Rasa.”
Fakultas Hukum Universitas Pakuan menempatkan proses pendidikan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa menjadi pribadi yang mampu berkembang di tengah perubahan, memahami hukum secara kritis, serta memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Fakultas Hukum Universitas Pakuan — Profesional, Berintegritas, dan Berkeadilan.
Reporter: Bob Edo
