Lebak|detikterupdate.my.id — Pengurus Badak Banten (BB), Dapil 6 DPC Kecamatan Cileles. Ruswa Ilahi, mengkritik tajam, dugaan lemahnya pengawasan pihak BGN terkait dapur SPPG Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Yayasan Inspirasi Semesta Nagari, yang berlokasi di Desa Parungkujang, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, provinsi Banten.
Diduga karena belum lengkapnya fasilitas seperti pagar area depan gedung, dan pos satpam. Selain itu supplier yang memasok bahan baku pun menurut informasiĀ baru ada satu, itupun dikelola oleh pihak yayasan. (10/8/2026)
Ruswa Ilahi, selaku Ketua Ormas Badak Banten (BB) DPC kecamatan Cileles berkomentar, “tidak adanya fasilitas pos keamanan dan pagar pembatas di area gedung Sppg desa parungkujang di khawatirkan, akan memicu konflik yang tidak berstandard infrastruktur keselamatan BGN.
Pos keamanan berfungsi vital untuk pengawasan area, untuk pembatasan akses masuk nonstaf, demi mencegah terjadinya kontaminasi hingga pengaturan lalu lintas dan distribusi bahan baku, tanpa didukung pos pemantau akan berdampak buruk terhadap MBG, dan di nilai rawan terhadap resiko fatal seperti, sabotase kontaminasi massal pada makanan yang akan dikomsumsi anak-anak.

“Lanjut Ruswa, “akibat pelanggaran aspek infrastruktur keselamatan dan operasional ini, Sppg yang dikelola oleh yayasan Inspirasi Semesta Nagari yang berlokasi di desa parungkujang, bisa di kenakan sanksi berjenjang dari BGN. Sanksi tegas ini membayangi mulai dari teguran tertulis pembekuan operasional (suspend), hingga pemutusan kontrak permanen.
SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) wajib melibatkan dan menyerap produk dari UMKM, petani, peternak, serta nelayan setempat. Aturan ini tercantum secara resmi dalam Pasal 38 ayat 1 Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tegas nya
Sementara itu Heri Kurniawan, selaku asisten lapangan (aslap), saat dimintai keterangan oleh awak media, Senin (10/8/2026). Mengungkapkan, “mengenai fasilitas pagar depan gedung Sppg, dan pos satpam, dari awal dibukanya dapur Sppg disini, sampai sekarang memang belum ada, dan saya selaku asisten lapangan (aslap), sudah mengajukan kepihak yayasan, adapun jawaban dari pihak yayasan seperti ini, “untuk fasilitas pos satpam dan pagar depan gedung Sppg, nanti dibangun setelah jadwal libur anak sekolah” dari jawaban tersebut kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena itu sudah keputusan dari pihak yayasan.” ungkap heri
Heri menambahkan, “menyinggung soal supplier, untuk Sppg disini, baru ada satu itupun dikelola oleh pihak yayasan, dan kami menerima kiriman barang langsung dari yayasan, kebetulan yang punya yayasannya di jakarta, bila ada kekurangan barang yang dikirim, baru kami belanja disini. imbuh nya
Reporter: Wahyudi
