BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mengajak para orang tua untuk membatasi penggunaan gawai pada anak sebagai upaya menjaga kesehatan fisik maupun mental mereka. Menurutnya, penggunaan perangkat digital secara berlebihan dapat berdampak terhadap tumbuh kembang anak jika tidak diawasi dengan baik.
Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi menekankan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan anak, termasuk dalam penggunaan teknologi. Orang tua diharapkan mampu mengatur waktu penggunaan gawai sehingga anak tetap memiliki kesempatan untuk beraktivitas secara langsung, berinteraksi dengan lingkungan, serta mengembangkan kemampuan sosialnya.
Ia menilai perkembangan teknologi memang memberikan banyak manfaat, terutama dalam mendukung proses belajar dan memperoleh informasi. Namun, apabila digunakan tanpa batasan, gawai dapat memicu berbagai persoalan, mulai dari menurunnya aktivitas fisik, gangguan pola tidur, hingga berkurangnya intensitas komunikasi antara anak dan keluarga.
Dedi juga mengimbau para orang tua untuk mengajak anak melakukan kegiatan yang lebih produktif, seperti berolahraga, membaca buku, bermain permainan tradisional, maupun mengikuti aktivitas seni dan budaya. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membantu meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir, serta mempererat hubungan dalam keluarga.
Selain itu, ia mendorong orang tua agar menjadi teladan dalam penggunaan teknologi. Kebiasaan orang tua yang terlalu sering menggunakan gawai di hadapan anak dinilai dapat memengaruhi perilaku anak dalam memanfaatkan perangkat digital.
Menurut Dedi, pengawasan terhadap penggunaan internet juga perlu diperhatikan untuk melindungi anak dari konten yang tidak sesuai dengan usianya. Orang tua diharapkan aktif mendampingi anak saat mengakses media digital serta memberikan pemahaman mengenai penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjut Dedi, terus mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara sehat. Kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan memiliki karakter yang kuat.
Ia juga mengajak satuan pendidikan untuk terus mengedukasi siswa mengenai pentingnya keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas di dunia nyata. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi dapat memberikan manfaat yang optimal tanpa mengabaikan aspek kesehatan maupun perkembangan sosial anak.
Melalui ajakan tersebut, Dedi berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan penggunaan gawai semakin meningkat. Dengan pembatasan yang dilakukan secara bijaksana dan disertai pendampingan dari orang tua, anak-anak diharapkan dapat memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus tetap tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aktif, dan harmonis.
